
Kamu pernah mengonsumsi Ponstan ataupun Cataflam? Obat tersebut kerap dikonsumsi ketika seseorang mengalami nyeri, terutama nyeri ringan hingga sedang. Meski tampak memiliki cara kerja yang sama, tetapi sebenarnya, terdapat perbedaan dalam komposisi, indikasi, dan profil efek sampingnya. Pelajari lebih lanjut perbedaan antara Ponstan dan Cataflam, serta kondisi medis yang paling tepat untuk memilih masing-masing obat dalam artikel ini.
Perbedaan Ponstan dan Cataflam
Ponstan dan Cataflam termasuk obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Meski memiliki mekanisme kerja yang serupa, Ponstan dan Cataflam tetap saja memiliki perbedaan, baik dari segi manfaat dan juga kandungan yang terdapat di dalamnya.
1. Ponstan (Mefenamic Acid)
Ponstan mengandung mefenamic acid, yang merupakan anggota dari kelas fenamat NSAID. Dengan mengurangi kadar prostaglandin di dalam tubuh, obat ini membantu meredakan rasa sakit dan inflamasi. Untuk diketahui, obat ponstan memberikan efek antiinflamasi, analgesik, dan antipiretik ketika dikonsumsi.
Ketika nyeri yang dialami masih tergolong ringan hingga sedang, seseorang bisa saja mengatasinya dengan konsumsi Ponstan. Beberapa jenis nyeri yang dimaksud antara lain nyeri otot, nyeri karena masalah gigi, nyeri setelah prosedur pembedahan, dan nyeri menstruasi. Namun, Ponstan tidak dianjurkan untuk digunakan dalam jangka panjang karena dapat meningkatkan risiko efek samping gastrointestinal dan kardiovaskular.
2. Cataflam (Diclofenac Potassium)
Cataflam menurunkan kadar prostaglandin, senyawa yang menyebabkan nyeri dan peradangan, dengan menghambat kerja enzim COX-1 dan COX-2. Obat ini mengandung diclofenac potassium, yang merupakan bagian dari kelompok NSAID. Efek obat ini, yang memiliki sifat analgesik dan antiinflamasi yang kuat, membuatnya sering digunakan untuk mengobati berbagai kondisi, seperti osteoartritis, rheumatoid arthritis, nyeri punggung bawah, serta nyeri setelah prosedur pembedahan. Meski begitu, jika digunakan dalam jangka panjang atau dengan dosis yang tinggi, berhati-hatilah terhadap risiko efek samping gastrointestinal dan kardiovaskular.
Baca Juga: 10 Penyebab Sakit Gigi dan Pengobatannya
Perbandingan Profil Efektivitas dan Keamanan
Bagaimana dengan efektivitas dan keamanannya? Kedua obat ini sebenarnya bekerja dengan cara yang hampir sama, yaitu menghambat aktivitas enzim siklooksigenase (COX) yang berperan dalam menghasilkan prostaglandin, penyebab utama nyeri dan peradangan.
Meski demikian, keduanya memiliki perbedaan dalam hal kekuatan efek antiinflamasi dan kecepatan kerja. Ponstan mengandung mefenamic acid, sehingga umumnya lebih cocok dikonsumsi untuk pasien dengan nyeri akut ringan hingga sedang seperti nyeri haid atau nyeri otot ringan.
Sementara itu, Cataflam mengandung diclofenac potassium, sehingga memiliki kekuatan antiinflamasi yang lebih tinggi dengan waktu yang lebih lama. Oleh karena itu, Cataflam direkomendasikan untuk mengatasi jenis nyeri inflamasi yang lebih intens, seperti nyeri sendi akibat artritis maupun nyeri punggung bagian bawah.
Baik Ponstan maupun Cataflam, sama-sama memiliki risiko efek samping yang serupa, termasuk gangguan gastrointestinal (seperti tukak lambung dan mual), risiko kardiovaskular seperti tekanan darah tinggi atau serangan jantung), serta potensi gangguan pada hati dan ginjal.
Namun, karena durasi kerja Cataflam cenderung lebih lama, risiko efek sampingnya bisa meningkat bila tidak digunakan sesuai anjuran. Sebaiknya, jangan mengonsumsi obat-obatan tersebut dalam jangka panjang tanpa pengawasan medis yang tepat, sebab kamu harus lebih memahami dengan seksama mengenai risiko-risiko tersebut.
Baca Juga: Mengatasi Gusi Berdarah dengan Vitamin yang Tepat
Kapan Harus Pilih Ponstan?
Sebelum mengonsumsi, sebaiknya ketahui terlebih dulu kapan kita harus mengonsumsi Ponstan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Ponstan biasa digunakan untuk mengatasi nyeri. Umumnya, yakni nyeri dengan tingkatan ringan hingga sedang, dan bersifat sementara, seperti:
- Nyeri haid (dismenore)
- Nyeri otot ringan
- Nyeri gigi ringan
- Nyeri pasca operasi ringan
Jika kamu mengalami nyeri yang akut dan berlangsung lama, maka sebaiknya konsumsilah Ponstan, karena obat ini memiliki onset yang cepat, serta durasi aksi yang relatif pendek. Namun, penggunaan Ponstan harus dengan pengawasan medis, terutama bagi individu dengan riwayat gangguan gastrointestinal atau kardiovaskular.
Kapan Memilih Cataflam?
Nah, selain itu, kamu juga harus tahu kapan saat yang tepat untuk mengonsumsi obat Cataflam. Obat ini lebih dianjurkan untuk kondisi nyeri yang bersifat inflamasi akut atau kronis, seperti:
- Osteoartritis dan rheumatoid arthritis
- Nyeri punggung bawah
- Nyeri pasca operasi sedang hingga berat
- Gout akut
Cataflam memiliki efek antiinflamasi yang lebih kuat dan durasi aksi yang lebih panjang dibandingkan Ponstan, sehingga lebih efektif untuk kondisi nyeri yang melibatkan peradangan. Namun, penggunaan Cataflam juga harus dengan pengawasan medis, terutama bagi individu dengan riwayat gangguan gastrointestinal atau kardiovaskular.
Baca Juga: 10 Obat Sakit Gigi Anak yang Aman dan Terpercaya
Pertimbangan Keamanan dan Efek Samping
Semua jenis obat tentu memiliki potensi efek samping, tak terkecuali Ponstan maupun Cataflam, terutama jika digunakan dalam jangka panjang atau pada dosis tinggi. Sebelum mengonsumsinya, penting untuk memperhatikan kemungkinan efek samping yang bisa muncul saat mengonsumsi Ponstan atau Cataflam.
- Gastrointestinal: Mual, muntah, diare, perdarahan lambung, tukak lambung
- Kardiovaskular: tekanan darah tinggi (hipertensi), penumpukan cairan dalam tubuh (retensi cairan), serta meningkatnya kemungkinan mengalami serangan jantung atau stroke
- Hati dan Ginjal: Peningkatan enzim hati, gangguan fungsi ginjal
- Reaksi Alergi: Ruam kulit, gatal, pembengkakan
Interaksi Obat dan Kontraindikasi
Jenis obat Ponstan dan Cataflam berpotensi menyebabkan interaksi jika dikonsumsi bersamaan dengan obat lain. Contohnya, jika digunakan bersamaan dengan obat antikoagulan, kedua obat ini dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya perdarahan.
Selain itu, penggunaan bersama obat antihipertensi seperti ACE inhibitor atau diuretik bisa menurunkan efektivitas obat tersebut, sekaligus meningkatkan risiko gangguan ginjal. Ponstan tidak dianjurkan untuk penderita gangguan ginjal berat, sedangkan Cataflam sebaiknya dihindari oleh pasien dengan riwayat penyakit jantung.
Penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi salah satu dari obat ini, terutama jika sedang menjalani pengobatan lain. Mengonsumsi Ponstan ataupun Cataflam harus memperhatikan tingkat kondisi nyeri, jenis, serta kondisi medis mendalam pada masing-masing individu.
Ponstan digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang yang bersifat sementara, sementara Cataflam dianggap lebih ampuh dalam menangani nyeri inflamasi akut atau kronis yang berlangsung lebih lama. Kedua obat ini memiliki potensi efek samping, sehingga penggunaannya harus dengan pengawasan medis yang tepat.
Konsultasikan kondisi gigi dan mulutmu ke dokter gigi di Klinik Gigi PUTIH Dental. Dokter gigi akan meresepkan obat yang tepat, sesuai dengan kondisi dan juga kebutuhanmu. Klinik Gigi PUTIH Dental juga membuka cabang terbarunya di Cikajang, Jakarta Selatan, lho! Cek lokasi terdekatnya di sini, dan dapatkan promo spesial hanya untukmu!