Source: Freepik
Gigi susu sering kali dianggap sepele karena akan tanggal dengan sendirinya seiring pertumbuhan anak. Tidak sedikit orang tua yang berpikir bahwa gigi susu yang berlubang lebih baik dicabut saja daripada dirawat. Padahal, dalam dunia kedokteran gigi anak, gigi susu memiliki peran yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak, baik dari sisi fungsi, estetika, hingga pembentukan gigi permanen.
Salah satu tindakan perawatan yang sering direkomendasikan dokter gigi anak adalah tambal gigi susu. Lantas, apakah gigi susu memang bisa ditambal? Bagaimana prosedurnya? Dan mengapa pencabutan bukan selalu menjadi pilihan terbaik? Artikel ini akan membahas secara komprehensif tentang tambal gigi susu, mulai dari pengertian, prosedur, hingga perawatan setelah tindakan.
Baca Juga: Gigi Susu Berlubang? Ini Pentingnya Ditambal Sejak Dini!
Apa Itu Tambal Gigi Susu?
Tambal gigi susu adalah prosedur perawatan untuk memperbaiki gigi susu yang mengalami kerusakan, seperti gigi berlubang, retak ringan, atau kerusakan akibat trauma. Tindakan ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi gigi, mencegah infeksi lebih lanjut, serta mempertahankan gigi susu hingga waktu tanggal alaminya.
Pada anak-anak, gigi susu berperan sebagai “penjaga tempat” bagi gigi permanen. Jika gigi susu rusak dan dibiarkan, bakteri dapat menyebar ke jaringan di sekitarnya dan berpotensi memengaruhi calon gigi permanen di bawahnya. Tambal gigi susu juga membantu anak:
- Tetap nyaman saat makan dan berbicara
- Terhindar dari rasa nyeri berkepanjangan
- Memiliki kebiasaan perawatan gigi yang baik sejak dini
- Menghindari trauma psikologis akibat pencabutan dini
Dengan teknik dan bahan yang disesuaikan untuk anak, tambal gigi susu kini dapat dilakukan dengan aman dan relatif nyaman.
Apa Itu Invisalign & Clear Aligner
Invisalign dan clear aligner merupakan alat ortodonti modern yang berfungsi untuk merapikan susunan gigi secara bertahap menggunakan cetakan transparan yang dapat dilepas-pasang. Secara umum, perawatan ini lebih populer pada remaja dan orang dewasa karena membutuhkan tingkat kedisiplinan dan kematangan tertentu dalam pemakaian. Namun, dalam konteks kesehatan gigi anak, Invisalign dan clear aligner memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan kondisi gigi susu sejak dini.
Penting untuk dipahami bahwa kebutuhan perawatan ortodonti pada anak tidak muncul secara tiba-tiba. Sebagian besar kasus gigi berjejal, gigi bertumpuk, atau maloklusi (ketidaksesuaian rahang) berawal dari masalah pada fase gigi susu yang tidak ditangani dengan baik, seperti gigi berlubang, infeksi, atau pencabutan dini tanpa perencanaan.
Meskipun Invisalign dan clear aligner lebih dikenal sebagai perawatan ortodonti untuk remaja dan dewasa, konsep perawatan gigi sejak dini, termasuk menjaga gigi susu tetap sehat, sangat berpengaruh pada kebutuhan perawatan ortodonti di masa depan.
Gigi susu yang dirawat dengan baik:
- Membantu pertumbuhan rahang yang seimbang
- Mengurangi risiko susunan gigi tidak rapi
- Menurunkan kemungkinan kebutuhan perawatan ortodonti kompleks
Dengan kata lain, perawatan gigi susu, termasuk penambalan, merupakan bagian penting dari pencegahan masalah gigi yang lebih serius di kemudian hari.
Apakah Gigi Susu Bisa Ditambal?
Pertanyaan mengenai apakah gigi susu bisa ditambal merupakan salah satu kekhawatiran paling umum yang diajukan orang tua saat membawa anak ke dokter gigi. Masih banyak anggapan bahwa gigi susu tidak perlu dirawat secara serius karena pada akhirnya akan tanggal dan digantikan oleh gigi permanen. Padahal, dari sudut pandang kedokteran gigi, gigi susu justru memegang peranan krusial dalam tumbuh kembang anak.
Secara medis, gigi susu bisa dan sangat dianjurkan untuk ditambal, selama kondisi klinisnya memungkinkan. Penambalan gigi susu bertujuan untuk menghentikan perkembangan kerusakan, menghilangkan rasa nyeri, mencegah infeksi, serta mempertahankan fungsi gigi hingga waktu tanggal alaminya.
Mengapa Gigi Susu Perlu Dipertahankan?
Gigi susu bukan sekadar gigi “sementara”. Setiap gigi susu memiliki fungsi biologis dan mekanis yang penting, di antaranya:
- Membantu anak mengunyah makanan dengan baik
- Mendukung perkembangan kemampuan bicara
- Menjaga ruang bagi gigi permanen agar tumbuh pada posisi yang tepat
- Mendukung pertumbuhan rahang yang seimbang
- Membentuk kebiasaan perawatan gigi sejak usia dini
Jika gigi susu berlubang dibiarkan tanpa perawatan, lubang tersebut dapat semakin membesar dan menyebabkan infeksi pulpa (saraf gigi). Dalam kondisi ini, anak dapat mengalami nyeri hebat, pembengkakan, hingga demam. Lebih jauh lagi, infeksi pada gigi susu berpotensi memengaruhi bakal gigi permanen yang sedang berkembang di bawahnya.
Kondisi Gigi Susu yang Bisa Ditambal
Dokter gigi akan melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum menentukan apakah gigi susu dapat ditambal. Secara umum, gigi susu layak ditambal apabila memenuhi beberapa kriteria berikut:
- Tingkat kerusakan ringan hingga sedang
Lubang masih terbatas pada enamel atau dentin dan belum mencapai saraf gigi. - Tidak terdapat tanda infeksi berat
Seperti abses, pembengkakan luas, atau nanah di sekitar gigi. - Akar gigi masih sehat dan kokoh
Akar yang kuat memungkinkan gigi tetap berfungsi hingga tanggal secara alami. - Waktu tanggal alami masih cukup lama
Jika gigi susu diperkirakan masih dibutuhkan dalam beberapa tahun ke depan, penambalan menjadi pilihan yang rasional.
Dalam kondisi ini, penambalan tidak hanya aman, tetapi juga menjadi solusi terbaik untuk menjaga kenyamanan anak dan kesehatan mulutnya secara keseluruhan.
Kapan Gigi Susu Tidak Disarankan Ditambal?
Meski demikian, tidak semua gigi susu dapat dipertahankan. Ada kondisi tertentu di mana penambalan tidak lagi efektif dan pencabutan menjadi pilihan terakhir yang harus dipertimbangkan. Beberapa kondisi tersebut meliputi:
- Kerusakan gigi sangat luas hingga struktur gigi tidak dapat dipertahankan
- Infeksi telah menyebar ke jaringan sekitar, seperti gusi atau tulang rahang
- Akar gigi mengalami resorpsi berat atau tidak lagi mampu menopang gigi
- Gigi sudah mendekati waktu tanggal alami, sehingga penambalan tidak memberikan manfaat jangka panjang
Keputusan pencabutan selalu dilakukan berdasarkan pertimbangan klinis, bukan semata-mata karena gigi tersebut adalah gigi susu.
Prosedur Menambal Gigi Susu
Prosedur menambal gigi susu merupakan tindakan konservatif dalam kedokteran gigi anak yang bertujuan untuk memperbaiki gigi berlubang tanpa harus mencabutnya. Meski terlihat sederhana, penambalan gigi susu membutuhkan pendekatan khusus karena struktur gigi anak berbeda dengan gigi dewasa, baik dari segi ketebalan email, ukuran pulpa, maupun aspek psikologis pasien.
Dokter gigi anak tidak hanya berfokus pada hasil klinis, tetapi juga pada kenyamanan dan pengalaman anak selama perawatan. Oleh karena itu, setiap tahapan prosedur menambal gigi susu dilakukan secara bertahap, hati-hati, dan disesuaikan dengan usia serta kondisi anak.
1. Pemeriksaan Klinis dan Anamnesis Awal
Tahap pertama dalam prosedur menambal gigi susu adalah pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi rongga mulut anak. Dokter gigi akan melakukan anamnesis dengan orang tua untuk mengetahui keluhan utama, riwayat nyeri, kebiasaan makan, serta kebiasaan perawatan gigi anak sehari-hari.
Pada tahap ini, dokter akan:
- Menilai lokasi dan ukuran lubang gigi
- Memeriksa kondisi gusi di sekitar gigi susu
- Mengidentifikasi tanda infeksi seperti pembengkakan atau kemerahan
- Menentukan apakah gigi masih layak ditambal atau memerlukan perawatan lain
Jika diperlukan, pemeriksaan radiografi (rontgen gigi) dapat dilakukan untuk melihat:
- Kedalaman lubang gigi
- Kondisi saraf dan akar gigi susu
- Hubungan gigi susu dengan bakal gigi permanen
Pemeriksaan ini penting untuk memastikan bahwa penambalan merupakan pilihan perawatan yang aman dan efektif.
2. Persiapan Psikologis Anak Sebelum Penambalan
Berbeda dengan pasien dewasa, anak-anak membutuhkan pendekatan emosional yang lebih lembut. Sebelum memulai tindakan, dokter gigi biasanya akan melakukan komunikasi terapeutik untuk membantu anak merasa lebih tenang.
Pendekatan ini dapat berupa:
- Penjelasan sederhana menggunakan bahasa anak
- Memperkenalkan alat-alat perawatan secara perlahan
- Menggunakan metode “tell-show-do” agar anak tidak kaget
- Memberikan waktu adaptasi sebelum tindakan dimulai
Tujuan dari tahap ini adalah mengurangi rasa takut, membangun kepercayaan, dan memastikan anak kooperatif selama prosedur menambal gigi susu berlangsung.
3. Pembersihan Area Gigi yang Berlubang
Setelah anak siap secara mental, dokter akan mulai membersihkan bagian gigi susu yang berlubang. Jaringan gigi yang telah rusak akibat karies akan diangkat menggunakan alat khusus yang dirancang agar minim rasa tidak nyaman.
Proses pembersihan ini bertujuan untuk:
- Menghilangkan bakteri penyebab gigi berlubang
- Mencegah kerusakan berlanjut ke lapisan gigi yang lebih dalam
- Menyiapkan permukaan gigi agar bahan tambal dapat melekat dengan baik
Pada gigi susu, lapisan email dan dentin relatif lebih tipis dibandingkan gigi permanen. Oleh karena itu, dokter gigi akan bekerja dengan sangat hati-hati agar tidak mengenai pulpa (saraf gigi).
4. Pemberian Anestesi Lokal (Jika Diperlukan)
Tidak semua penambalan gigi susu memerlukan anestesi. Untuk lubang gigi yang masih dangkal, prosedur dapat dilakukan tanpa bius. Namun, jika lubang sudah cukup dalam dan berpotensi menimbulkan rasa nyeri, dokter gigi akan memberikan anestesi lokal dengan dosis yang disesuaikan untuk anak. Pemberian anestesi bertujuan untuk:
- Menghilangkan rasa sakit selama tindakan
- Membuat anak lebih nyaman dan tidak tegang
- Memungkinkan dokter bekerja lebih optimal
Dokter gigi anak umumnya menggunakan teknik anestesi yang lembut agar anak tidak merasa trauma.
5. Pengisian Bahan Tambal Gigi Susu
Setelah area gigi bersih dan kering, dokter akan mengisi lubang gigi dengan bahan tambal yang aman dan sesuai untuk anak. Pemilihan bahan tambal gigi susu disesuaikan dengan lokasi gigi, tingkat kerusakan, serta usia anak. Beberapa bahan tambal yang umum digunakan antara lain:
- Glass Ionomer Cement (GIC)
Mengandung fluoride yang membantu mencegah gigi berlubang kembali dan cocok untuk gigi susu. - Resin komposit
Berwarna menyerupai gigi asli, memberikan hasil yang lebih estetik terutama untuk gigi depan anak.
Bahan tambal akan diaplikasikan secara bertahap hingga seluruh lubang tertutup sempurna.
6. Pembentukan, Penyesuaian, dan Finishing
Setelah bahan tambal diaplikasikan, dokter akan membentuk tambalan agar menyerupai kontur gigi asli. Penyesuaian ini penting dengan tujuan:
- Anak tetap nyaman saat menggigit dan mengunyah
- Tidak terjadi gangguan pada susunan gigi lainnya
- Tambalan tidak mudah lepas
Tahap finishing dilakukan untuk memastikan permukaan tambalan halus dan tidak melukai jaringan di sekitarnya.
7. Evaluasi Akhir dan Edukasi Orang Tua
Sebagai tahap terakhir, dokter gigi akan melakukan evaluasi akhir untuk memastikan tambalan terpasang dengan baik. Dokter juga akan memberikan edukasi kepada orang tua mengenai perawatan gigi susu setelah ditambal. Edukasi ini biasanya mencakup:
- Makanan yang sebaiknya dihindari sementara
- Cara menyikat gigi yang benar untuk anak
- Jadwal kontrol rutin ke dokter gigi
- Tanda-tanda yang perlu diwaspadai setelah penambalan
Kenapa Tidak Dicabut Saja?
Pertanyaan ini sering muncul dari orang tua. Meskipun terlihat lebih cepat dan “selesai masalah”, pencabutan gigi susu tanpa indikasi yang tepat justru dapat menimbulkan masalah jangka panjang. Berikut alasan mengapa gigi susu sebaiknya tidak langsung dicabut:
- Menjaga ruang gigi permanen
Gigi susu berfungsi sebagai penuntun posisi tumbuhnya gigi permanen. Jika dicabut terlalu dini, gigi di sekitarnya dapat bergeser dan menyebabkan gigi permanen tumbuh tidak beraturan. - Mendukung fungsi mengunyah dan bicara
Kehilangan gigi susu dapat mengganggu kemampuan anak mengunyah makanan dan memengaruhi perkembangan bicara. - Mencegah masalah ortodonti di masa depan
Pencabutan dini dapat meningkatkan risiko gigi berjejal, sehingga anak mungkin memerlukan perawatan ortodonti di kemudian hari. - Mengurangi trauma pada anak
Tambal gigi umumnya lebih minim trauma dibandingkan pencabutan, terutama bagi anak yang masih belajar menghadapi perawatan medis.
Dengan kata lain, mempertahankan gigi susu selama mungkin adalah pilihan terbaik selama masih memungkinkan secara medis.
Tips Perawatan Gigi Susu Setelah Ditambal
Perawatan gigi susu setelah ditambal memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan jangka panjang dari tindakan penambalan itu sendiri. Banyak orang tua beranggapan bahwa setelah gigi ditambal, masalah gigi berlubang telah selesai. Padahal, tanpa perawatan yang tepat, tambalan gigi susu dapat rusak, lepas, atau bahkan gigi kembali berlubang di area sekitar tambalan.
Gigi susu memiliki struktur yang lebih rapuh dibandingkan gigi permanen, sehingga memerlukan perhatian ekstra setelah menjalani perawatan. Perawatan pascatambal yang baik tidak hanya menjaga keawetan tambalan, tetapi juga melindungi kesehatan gigi dan mulut anak secara menyeluruh. Berikut adalah panduan lengkap dan detail mengenai perawatan gigi susu setelah ditambal yang perlu diketahui oleh orang tua.
1. Hindari Makanan Keras, Lengket, dan Panas Berlebihan
Setelah penambalan gigi susu, terutama dalam 24 jam pertama, anak disarankan untuk menghindari jenis makanan tertentu. Hal ini bertujuan agar bahan tambal dapat beradaptasi dan menempel dengan optimal pada struktur gigi.
Makanan yang sebaiknya dihindari meliputi:
- Permen lengket, karamel, dan permen karet
- Cokelat lengket atau makanan manis yang mudah menempel
- Kerupuk keras, es batu, atau kacang keras
- Makanan dan minuman yang terlalu panas
Sebagai alternatif, orang tua dapat memberikan makanan bertekstur lunak seperti nasi lembek, sup, bubur, atau buah yang dipotong kecil agar anak tetap nyaman saat mengunyah.
2. Jaga Kebersihan Gigi dan Mulut Secara Konsisten
Menjaga kebersihan gigi setelah ditambal adalah kunci utama untuk mencegah gigi berlubang kembali. Tambalan memang menutup lubang gigi, tetapi area di sekitarnya tetap rentan terhadap penumpukan plak dan bakteri.
Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
- Sikat gigi anak dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur
- Gunakan pasta gigi berfluoride sesuai usia anak
- Pilih sikat gigi berbulu halus agar tidak melukai gusi dan permukaan tambalan
- Pastikan orang tua tetap membantu atau mengawasi anak saat menyikat gigi
Kebiasaan menyikat gigi yang benar sejak dini akan membantu menjaga tambalan tetap awet dan mencegah kerusakan gigi lainnya.
3. Batasi Konsumsi Gula dan Makanan Manis
Salah satu penyebab utama gigi berlubang pada anak adalah konsumsi gula yang berlebihan. Setelah gigi susu ditambal, penting bagi orang tua untuk lebih memperhatikan pola makan anak, terutama asupan makanan dan minuman manis.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan:
- Batasi camilan manis di antara waktu makan
- Hindari kebiasaan mengemut minuman manis dalam waktu lama
- Ganti camilan manis dengan buah segar atau makanan sehat lainnya
- Biasakan anak minum air putih setelah mengonsumsi makanan manis
Dengan mengontrol asupan gula, risiko terbentuknya lubang baru di sekitar tambalan dapat diminimalkan.
4. Ajarkan Kebiasaan Berkumur Setelah Makan
Berkumur dengan air putih setelah makan merupakan kebiasaan sederhana namun sangat bermanfaat, terutama bagi anak yang belum bisa menyikat gigi secara mandiri dengan optimal.
Manfaat berkumur setelah makan antara lain:
- Membantu membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi
- Mengurangi jumlah bakteri di dalam mulut
- Menjaga area sekitar tambalan tetap bersih
Kebiasaan ini sangat dianjurkan saat anak berada di luar rumah atau sekolah, di mana menyikat gigi mungkin tidak selalu memungkinkan.
5. Perhatikan Tanda-Tanda Masalah Setelah Penambalan
Orang tua perlu waspada terhadap perubahan atau keluhan yang muncul setelah gigi susu ditambal. Meskipun sebagian besar penambalan berjalan tanpa masalah, ada beberapa tanda yang perlu segera dikonsultasikan ke dokter gigi. Segera periksakan anak jika mengalami:
- Nyeri yang tidak kunjung hilang setelah beberapa hari
- Gigi terasa ngilu berlebihan saat makan atau minum
- Tambalan terasa longgar atau lepas
- Pembengkakan atau kemerahan pada gusi di sekitar gigi
- Anak mengeluh sakit saat menggigit
Deteksi dini terhadap masalah pascatambal dapat mencegah kerusakan gigi yang lebih parah.
6. Lakukan Kontrol Rutin ke Dokter Gigi
Kontrol rutin ke dokter gigi tetap diperlukan meskipun gigi susu sudah ditambal dan tidak menimbulkan keluhan. Pemeriksaan berkala membantu dokter memantau kondisi tambalan dan kesehatan gigi anak secara keseluruhan.
Idealnya, anak melakukan kontrol gigi:
- Setiap 6 bulan sekali, atau
- Lebih sering jika direkomendasikan oleh dokter gigi
Melalui kontrol rutin, dokter dapat mendeteksi dini potensi kerusakan baru dan memberikan perawatan preventif sebelum masalah berkembang.
7. Bangun Kebiasaan Positif dan Pengalaman Nyaman
Perawatan gigi susu setelah ditambal juga berkaitan erat dengan pembentukan sikap anak terhadap perawatan gigi di masa depan. Anak yang memiliki pengalaman positif cenderung tidak takut dan lebih kooperatif saat kontrol gigi berikutnya.
Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orang tua terhadap anak sebagai berikut:
- Memberikan pujian setelah anak menyikat gigi
- Menghindari menakut-nakuti anak dengan cerita negatif tentang dokter gigi
- Menjadikan rutinitas perawatan gigi sebagai aktivitas menyenangkan
Pendekatan ini membantu anak tumbuh dengan kesadaran tinggi terhadap kesehatan gigi dan mulut.
Tambal gigi susu merupakan tindakan perawatan yang aman, efektif, dan sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan gigi anak sejak dini. Gigi susu bukan sekadar “gigi sementara”, melainkan fondasi penting bagi pertumbuhan gigi permanen, perkembangan rahang, serta kenyamanan anak dalam beraktivitas sehari-hari. Perawatan yang tepat pada gigi susu membantu mencegah nyeri, infeksi, hingga masalah susunan gigi di kemudian hari.
Daripada mencabut gigi susu tanpa indikasi medis yang jelas, menambal gigi yang masih dapat dipertahankan adalah pilihan bijak untuk mendukung kesehatan mulut anak secara menyeluruh. Dengan pendekatan yang tepat, prosedur yang aman, serta perawatan lanjutan yang konsisten di rumah, anak dapat tumbuh dengan kebiasaan perawatan gigi yang baik dan senyum sehat hingga dewasa.
Sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan layanan kesehatan gigi yang komprehensif dan berkualitas, PUTIH Dental kini hadir dengan cabang ke-3 yang berlokasi di Cikajang, Jakarta Selatan. Cabang terbaru ini hadir dengan klinik yang lebih luas, suasana yang nyaman untuk anak dan keluarga, serta fasilitas dan pilihan perawatan yang semakin lengkap, termasuk perawatan gigi anak dengan pendekatan profesional dan personal.
Reference:
American Academy of Pediatric Dentistry. (2023). Guideline on restorative dentistry for infants, children, and adolescents. American Academy of Pediatric Dentistry.
https://www.aapd.org
American Academy of Pediatric Dentistry. (2022). Guideline on management of dental caries in children. American Academy of Pediatric Dentistry.
https://www.aapd.org
American Dental Association. (2023). Dental caries (tooth decay) in children. American Dental Association.Zafar, M. S., Ahmed, N., & Al-Samadani, K. H. (2020). Dental restorative materials for primary teeth: A review. Journal of Dental Sciences, 15(3), 345–352. https://doi.org/10.1016/j.jds.2020.02.012