
Source: Freepik
Perawatan ortodonti dengan behel gigi tidak lagi identik dengan masa remaja. Saat ini, semakin banyak orang dewasa yang memutuskan menggunakan behel untuk memperbaiki susunan gigi, fungsi kunyah, hingga menunjang penampilan. Kesadaran bahwa kesehatan gigi dan rahang berpengaruh besar terhadap kualitas hidup membuat perawatan ini menjadi investasi jangka panjang, bukan sekadar kebutuhan estetika.
Melalui panduan komprehensif ini, Klinik Gigi Putih Dental ingin membantu Anda memahami secara menyeluruh bagaimana prosedur behel pada gigi dewasa dilakukan, apakah ada batas usia maksimal, serta apa saja manfaat, risiko, dan tips agar perawatan berjalan optimal. Dengan informasi yang tepat, keputusan untuk memulai perawatan behel dapat diambil dengan lebih percaya diri dan realistis.
Baca Juga: Behel Idol K-Pop Sebelum Debut: Rahasia Senyum Sempurna di Balik Panggung
Prosedur Behel pada Gigi Dewasa
Prosedur behel gigi pada dewasa memerlukan pendekatan yang lebih menyeluruh dibandingkan pada usia remaja. Hal ini disebabkan oleh kondisi gigi dan jaringan penyangga yang sudah matang, serta kemungkinan adanya perawatan gigi sebelumnya. Oleh karena itu, setiap tahap dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan individual pasien.
Konsultasi Awal dan Pemeriksaan Menyeluruh
Perawatan behel pada dewasa selalu diawali dengan konsultasi dan pemeriksaan komprehensif. Pada tahap ini, dokter gigi akan menggali keluhan utama pasien, baik yang berkaitan dengan estetika seperti gigi berjejal, renggang, atau tampak menonjol, maupun keluhan fungsional seperti kesulitan mengunyah dan nyeri rahang.
Dokter juga akan meninjau riwayat kesehatan umum dan kebiasaan tertentu yang dapat memengaruhi hasil perawatan, misalnya kebiasaan merokok atau menggemeretakkan gigi. Pemeriksaan kondisi gusi menjadi fokus penting, karena perawatan ortodonti hanya dapat dilakukan secara optimal jika jaringan gusi dalam keadaan sehat dan bebas dari peradangan aktif.
Pemeriksaan Penunjang Ortodonti
Untuk mendapatkan gambaran kondisi gigi dan rahang secara menyeluruh, pemeriksaan penunjang menjadi bagian penting dalam prosedur behel dewasa. Foto rontgen panoramik digunakan untuk menilai kondisi akar gigi, tulang rahang, serta mendeteksi gigi impaksi atau kelainan lain yang tidak tampak secara klinis. Sementara itu, rontgen cephalometric membantu dokter menganalisis hubungan rahang atas dan bawah serta arah pergerakan gigi yang ideal.
Selain itu, dokumentasi berupa foto intraoral dan ekstraoral serta cetak model gigi atau pemindaian digital dilakukan sebagai dasar perencanaan perawatan. Data ini memungkinkan dokter menyusun strategi perawatan yang lebih presisi dan realistis.
Perawatan Pendahuluan Sebelum Pemasangan Behel
Pada pasien dewasa, pemasangan behel jarang dilakukan secara langsung tanpa perawatan pendahuluan. Jika ditemukan karang gigi, gusi meradang, atau gigi berlubang, dokter akan menyarankan penanganan terlebih dahulu. Tahap ini bertujuan menciptakan lingkungan mulut yang sehat agar gigi dapat bergerak dengan aman selama perawatan ortodonti.
Perawatan pendahuluan dapat mencakup scaling untuk membersihkan karang gigi, penambalan gigi berlubang, hingga perawatan gusi ringan. Pada kasus tertentu, pencabutan gigi juga dapat dipertimbangkan untuk menyediakan ruang pergerakan gigi, terutama pada kondisi gigi berjejal berat.
Perencanaan dan Pemilihan Jenis Behel
Setelah kondisi gigi dan gusi dinyatakan siap, dokter akan menyusun rencana perawatan ortodonti. Rencana ini mencakup tujuan perawatan, estimasi durasi, serta pemilihan jenis behel yang paling sesuai dengan kondisi klinis dan kebutuhan pasien.
Behel metal umumnya dipilih untuk kasus kompleks karena kekuatannya, sementara behel keramik menjadi alternatif bagi pasien yang menginginkan tampilan lebih estetik. Pada beberapa kasus, behel self-ligating atau clear aligner dapat dipertimbangkan untuk kenyamanan dan kemudahan perawatan. Seluruh pilihan ini akan dijelaskan secara transparan agar pasien dapat mengambil keputusan dengan pemahaman yang baik.
Proses Pemasangan Behel Gigi
Pemasangan behel dilakukan secara bertahap dan relatif nyaman. Dokter akan membersihkan permukaan gigi sebelum menempelkan bracket pada posisi yang telah direncanakan. Setelah bracket terpasang, kawat ortodonti dipasang untuk memberikan tekanan ringan yang akan menggerakkan gigi secara perlahan.
Pada hari-hari awal setelah pemasangan, pasien mungkin merasakan rasa tidak nyaman atau nyeri ringan. Kondisi ini bersifat sementara dan merupakan bagian normal dari proses adaptasi gigi terhadap tekanan ortodonti.
Kontrol Rutin dan Evaluasi Perawatan
Perawatan behel pada dewasa membutuhkan kontrol rutin, umumnya setiap empat hingga enam minggu. Pada setiap kunjungan, dokter akan melakukan penyesuaian kawat dan mengevaluasi pergerakan gigi. Pemantauan kondisi gusi juga dilakukan secara berkala untuk memastikan tidak terjadi peradangan atau masalah lain.
Kedisiplinan dalam menjalani kontrol menjadi faktor penting dalam keberhasilan perawatan, karena keterlambatan kontrol dapat memperpanjang durasi perawatan dan memengaruhi hasil akhir.
Tahap Akhir dan Retensi
Setelah susunan gigi dan gigitan mencapai posisi ideal, behel akan dilepas. Tahap ini dilanjutkan dengan pembersihan sisa perekat dan pemolesan gigi agar permukaan gigi kembali halus. Namun, perawatan tidak berhenti sampai di sini.
Dokter akan merekomendasikan penggunaan retainer untuk mempertahankan posisi gigi yang telah dicapai. Pemakaian retainer secara disiplin sangat penting, terutama pada pasien dewasa, untuk mencegah gigi kembali bergeser ke posisi semula.
Usia Maksimal untuk Behel pada Dewasa
Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan adalah: apakah ada batas usia maksimal untuk memakai behel? Jawabannya, tidak ada batas usia pasti selama kondisi gigi dan gusi masih sehat.
Secara biologis, gigi dapat digerakkan pada usia berapa pun. Namun, pada orang dewasa, proses pergerakan gigi cenderung berlangsung lebih lambat dibandingkan remaja karena kepadatan tulang rahang yang sudah matang. Inilah sebabnya durasi perawatan behel pada dewasa umumnya sedikit lebih panjang. Hal yang menjadi penentu utama bukanlah usia kronologis, melainkan kondisi jaringan penyangga gigi. Gusi yang sehat, tulang rahang yang cukup, serta tidak adanya penyakit periodontal aktif adalah faktor kunci keberhasilan perawatan. Pasien berusia 40–50 tahun tetap bisa menjalani perawatan behel dengan hasil optimal apabila kondisi oralnya mendukung.
Namun, jika terdapat masalah seperti gusi turun, tulang rahang menipis, atau riwayat periodontitis berat, dokter gigi perlu melakukan pendekatan khusus. Dalam beberapa kasus, perawatan ortodonti tetap memungkinkan, tetapi dengan tekanan yang lebih ringan dan pemantauan ketat untuk menghindari kerusakan jaringan. Dengan kata lain, usia bukanlah penghalang, melainkan kesiapan kondisi gigi dan gusi. Konsultasi langsung dengan dokter gigi menjadi langkah paling tepat untuk menilai kelayakan perawatan secara individual.
Manfaat dan Risiko Behel pada Dewasa
Perawatan behel gigi pada dewasa tidak hanya bertujuan merapikan susunan gigi, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap kesehatan mulut dan kualitas hidup. Namun, seperti prosedur medis lainnya, behel juga memiliki risiko yang perlu dipahami sejak awal agar pasien dapat menjalani perawatan dengan ekspektasi yang realistis.
Manfaat Behel pada Dewasa
Pada pasien dewasa, manfaat behel gigi tidak terbatas pada aspek estetika semata. Susunan gigi yang lebih rapi membantu menciptakan keseimbangan fungsi kunyah dan menjaga kesehatan jaringan penyangga gigi dalam jangka panjang.
Secara umum, manfaat behel gigi pada dewasa meliputi:
- Memperbaiki susunan gigi yang tidak rapi
Behel membantu mengoreksi gigi berjejal, renggang, miring, atau bertumpuk sehingga posisi gigi menjadi lebih teratur dan proporsional. - Meningkatkan fungsi kunyah dan gigitan
Gigitan yang sejajar membuat proses mengunyah lebih efisien dan mengurangi tekanan berlebih pada gigi tertentu. - Menjaga kesehatan gigi dan gusi
Gigi yang rapi lebih mudah dibersihkan, sehingga risiko penumpukan plak, karang gigi, dan radang gusi dapat ditekan. - Mengurangi risiko masalah sendi rahang (TMJ)
Koreksi posisi gigi dan rahang dapat membantu mengurangi nyeri rahang, sakit kepala, atau bunyi “klik” saat membuka mulut. - Mencegah keausan gigi yang tidak merata
Posisi gigi yang salah dapat menyebabkan sebagian gigi aus lebih cepat. Behel membantu mendistribusikan tekanan kunyah secara seimbang. - Meningkatkan estetika senyum dan kepercayaan diri
Senyum yang lebih rapi sering kali berdampak positif pada kepercayaan diri, baik dalam kehidupan sosial maupun profesional.
Selain manfaat fisik, banyak pasien dewasa merasakan manfaat psikologis setelah menjalani perawatan ortodonti. Rasa percaya diri yang meningkat sering kali menjadi motivasi utama untuk menjaga kesehatan gigi dengan lebih baik ke depannya.
Risiko dan Tantangan Behel pada Dewasa
Meskipun memberikan banyak manfaat, perawatan behel pada dewasa juga memiliki sejumlah risiko dan tantangan yang perlu diperhatikan. Risiko ini umumnya dapat diminimalkan dengan perencanaan yang tepat dan kedisiplinan pasien selama perawatan.
Beberapa risiko dan tantangan yang mungkin terjadi antara lain:
- Rasa tidak nyaman atau nyeri sementara
Nyeri ringan hingga sedang sering muncul setelah pemasangan atau penyesuaian kawat, terutama pada fase awal perawatan. - Iritasi jaringan mulut
Bracket dan kawat dapat menyebabkan iritasi pada pipi, bibir, atau lidah, terutama pada minggu-minggu pertama. - Kesulitan menjaga kebersihan gigi
Behel menciptakan banyak celah tempat sisa makanan dan plak mudah menumpuk jika kebersihan mulut tidak dijaga dengan baik. - Risiko gusi meradang dan gigi berlubang
Tanpa perawatan kebersihan yang optimal, risiko gingivitis dan karies dapat meningkat selama penggunaan behel. - Pergerakan gigi lebih lambat dibandingkan remaja
Pada dewasa, kepadatan tulang rahang lebih tinggi sehingga proses pergerakan gigi biasanya membutuhkan waktu lebih lama. - Resorpsi akar gigi (kasus tertentu)
Pada sebagian kecil kasus, tekanan ortodonti dapat menyebabkan pemendekan akar gigi, meskipun umumnya ringan dan dapat dikontrol dengan pemantauan rutin. - Risiko gigi kembali bergeser setelah behel dilepas
Tanpa penggunaan retainer yang disiplin, gigi berpotensi kembali ke posisi semula (relapse).
Penting untuk dipahami bahwa sebagian besar risiko tersebut dapat dicegah atau diminimalkan dengan kontrol rutin, kebersihan mulut yang baik, serta kepatuhan terhadap instruksi dokter gigi.
Tips Sukses Perawatan Behel Dewasa
Agar hasil perawatan behel optimal dan sesuai harapan, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh pasien dewasa.
Menjaga kebersihan mulut menjadi prioritas utama. Behel menciptakan banyak area retensi plak, sehingga menyikat gigi minimal dua kali sehari dengan teknik yang tepat sangat dianjurkan. Penggunaan sikat interdental, benang gigi khusus ortodonti, dan obat kumur membantu menjaga kebersihan di area yang sulit dijangkau. Pola makan juga perlu disesuaikan. Makanan terlalu keras, lengket, atau manis berlebihan sebaiknya dibatasi karena dapat merusak bracket dan meningkatkan risiko karies. Memotong makanan menjadi ukuran kecil dan mengunyah dengan hati-hati adalah kebiasaan yang baik selama perawatan.
Disiplin dalam kontrol rutin tidak kalah penting. Penyesuaian kawat yang teratur memungkinkan dokter memantau pergerakan gigi dan mencegah masalah sejak dini. Menunda kontrol dapat memperpanjang durasi perawatan dan meningkatkan risiko komplikasi. Selain itu, bersikap realistis terhadap durasi dan hasil perawatan sangat membantu secara mental. Perawatan behel pada dewasa membutuhkan waktu, kesabaran, dan konsistensi. Komunikasi terbuka dengan dokter gigi mengenai keluhan atau kekhawatiran akan membuat proses perawatan lebih nyaman dan terarah.
Di Klinik Gigi Putih Dental, perawatan ortodonti dewasa dilakukan dengan pendekatan personal, teknologi modern, serta edukasi menyeluruh agar pasien merasa aman dan memahami setiap tahap perawatan yang dijalani. Behel gigi untuk dewasa adalah solusi yang aman dan efektif untuk memperbaiki fungsi serta estetika gigi, selama dilakukan dengan perencanaan dan pendampingan profesional. Tidak ada kata terlambat untuk memiliki susunan gigi yang lebih sehat dan rapi. Kunci keberhasilan terletak pada kondisi gigi dan gusi yang baik, pemilihan metode perawatan yang tepat, serta komitmen pasien selama proses berlangsung.
Jika Anda sedang mempertimbangkan perawatan behel, konsultasi langsung dengan dokter gigi di Klinik Gigi Putih Dental dapat menjadi langkah awal untuk mendapatkan evaluasi menyeluruh dan rencana perawatan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Reference:
- American Association of Orthodontists. (2023). Adult orthodontics: It’s never too late for a healthy smile. Diakses pada 2025 dari https://www.aaoinfo.org
- American Dental Association. (2024). Orthodontic treatment: What adults need to know. Diakses pada 2025 dari https://www.ada.org
- Bishara, S. E. (2001). Textbook of orthodontics. W.B. Saunders Company.
- Graber, L. W., Vanarsdall, R. L., & Vig, K. W. L. (2017). Orthodontics: Current principles and techniques (6th ed.). Elsevier.
- Kokich, V. O., Kokich, V. G., & Kiyak, H. A. (2007). Perceptions of dental professionals and laypersons to altered dental esthetics: Asymmetric and symmetric situations. American Journal of Orthodontics and Dentofacial Orthopedics, 132(5), 559–566. https://doi.org/10.1016/j.ajodo.2006.09.046
- Melsen, B. (1999). Adult orthodontics. In J. A. McNamara (Ed.), Orthodontics and dentofacial orthopedics (pp. 1–15). Needham Press.
- Proffit, W. R., Fields, H. W., Larson, B. E., & Sarver, D. M. (2019). Contemporary orthodontics (6th ed.). Elsevier.
- Sivakumar, A., Nalabothu, P., Thanh H. N., & Antonarakis, G. S. (2016). Impact of orthodontic treatment on oral health-related quality of life in adults: A systematic review. Journal of Orthodontics, 43(1), 14–24. https://doi.org/10.1179/1465313315Y.0000000018
- Zhang, M., McGrath, C., & Hägg, U. (2006). The impact of malocclusion and its treatment on quality of life: A literature review. International Journal of Paediatric Dentistry, 16(6), 381–387. https://doi.org/10.1111/j.1365-263X.2006.00768.x