Alasan Beberapa Kondisi ini Tidak Boleh Cabut Gigi

Gigi yang berlubang menimbulkan kondisi tidak nyaman yang membuat penderitanya ingin segera melakukan pencabutan. Dalam hal ini, nyatanya tidak semua gigi bisa langsung dicabut ketika sakit atau berlubang. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan lanjutan terkait kondisi masing-masing pasien sebelum memutuskan boleh atau tidaknya gigi untuk dicabut.

Dalam artikel berikut ini, Putih Dental akan menjelaskan tentang kondisi gigi tidak boleh dicabut karena berbagai penyebab. Ketahui penjelasan lengkapnya agar kamu tidak salah kaprah dengan membaca artikel ini sampai selesai, ya.

Kondisi Tidak Boleh Cabut Gigi

Ketika lubang di gigi semakin membesar tanpa adanya perawatan, bakteri bisa masuk ke celah gigi yang lubang dan membuat keadaannya semakin parah. Dalam kasus ini juga, seseorang biasanya sudah merasakan sakit atau ngilu yang tidak tertahankan dan memutuskan untuk cabut gigi. Dilansir Klikdokter, ada beberapa alasan mengapa seseorang justru tidak diperbolehkan dokter untuk cabut gigi meskipun sudah berlubang. Untuk lebih lengkapnya, simak kondisi tidak boleh cabut gigi di bawah ini.

1. Pasien sedang hamil

Bukan hanya memiliki batasan obat atau makanan, ibu hamil juga terbatas soal perawatan kesehatan. Salah satunya adalah tidak diperbolehkan untuk cabut gigi atau perawatan gigi lainnya yang bisa menyebabkan keluarnya darah di trimester pertama. Bisa beresiko mengganggu proses tumbuh kembang janin, proses cabut gigi biasanya akan disarankan oleh dokter setelah melahirkan.

Alangkah baiknya ibu memperhatikan kondisi kesehatan gigi sebelum melakukan program hamil untuk menghindari menahan sakit selama sembilan bulan. Apalagi, gigi berlubang yang besar bisa menyebabkan bayi lahir prematur.

2. Pasien memiliki alergi

Jika kamu menderita alergi, sangat penting untuk memberi tahu dokter gigi sebelum menjalani prosedur pencabutan gigi. Alasannya adalah karena dalam dunia kedokteran gigi terdapat beragam alat dan bahan yang mungkin mengandung komponen yang dapat memicu reaksi alergi tersebut.

Oleh karena itu, disarankan untuk menjalani pemeriksaan alergi yang komprehensif dan menyeluruh. Hal ini akan membantumu mengidentifikasi dengan jelas apa saja sumber-sumber alergi yang mungkin ada dalam konteks perawatan gigi.

Penting untuk diingat bahwa alergi bukanlah hal yang sepele. Dalam beberapa situasi, seperti saat pemberian anestesi (bius), alergi dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti syok anafilaktik. Syok anafilaktik adalah reaksi alergi berat yang dalam kasus yang paling parah dapat mengancam nyawa. Oleh karena itu, penting sekali untuk memberi tahu dokter gigi tentang kondisi alergi yang dimiliki, terutama jika akan menjalani pencabutan gigi.

3. Pasien memiliki penyakit sistemik

Pencabutan gigi melibatkan kesiapan tubuh secara umum. Ketika kamu memiliki penyakit diabetes atau darah tinggi, tentunya tidak mudah untuk melakukan prosedur cabut gigi. Akan ada resiko darah keluar terus ketika pasien hipertensi cabut gigi. Sementara untuk pasien dengan diabetes, akan ada kesulitan penutupan luka saat cabut gigi.

4. Gigi dalam kondisi masih sakit

Jika kamu mengalami sakit gigi dan berharap bisa langsung dicabut untuk menghilangkan sakitnya, kenyataannya tidak bisa begitu. Gigi yang mengalami peradangan harus ditunda proses pencabutannya karena bisa menyebabkan komplikasi di rongga mulut.

Peradangan gigi bersifat asam, sedangkan obat bius pada pencabutan gigi bisa bekerja lebih baik dalam keadaan basa. Ketika gigi sudah meradang, otomatis butuh lebih banyak obat bius dan ini tidak disarankan karena bisa jadi racun di tubuh. Biasanya dokter akan merekomendasikan antibiotik dulu untuk meredakan peradangannya dulu.

Rekomendasi Klinik Cabut Gigi yang Aman

Proses pencabutan gigi yang tidak dilakukan dengan benar bisa menyebabkan masalah gigi yang lebih parah di kemudian hari. Itu sebabnya, penting untuk memilih klinik gigi berkualitas yang sudah terjamin kebersihan dan kemampuannya. Kamu bisa memilih klinik Putih Dental yang terdapat di dua cabang berikut:

  • PUTIH Dental Center Pantai Indah Kapuk

Jl. Pantai Indah Utara 2 No.2, RT.2/RW.7, Kapuk Muara, Kec. Penjaringan, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14460

  • PUTIH Dental Center Puri Kembangan

Jl. Puri Kembang Timur No.39, RT.1/RW.5, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

Itulah tadi informasi mengenai kondisi tidak boleh cabut gigi beserta rekomendasi klinik gigi yang perlu kamu tahu. Jangan menyepelekan masalah cabut gigi dan menunda pengobatan. Alangkah lebih baiknya kamu mulai memperhatikan kesehatan dan kebersihan gigi sejak dini, dan melakukan pemeriksaan ke dokter paling tidak setahun dua kali untuk mencegah terjadinya masalah gigi yang lebih membahayakan di kemudian hari.