Gigi Gingsul: Penyebab dan Cara Mengobatinya

Bagi sebagian orang gigi gingsul merupakan hal yang unik dan menambah pesona saat tersenyum. Namun, ada pula kondisi gigi gingsul yang membuat tidak nyaman saat makan atau bicara, sehingga perlu dilakukan tindakan medis seperti pencabutan agar tidak menghambat aktivitas sehari-hari. Sebenarnya, gigi gingsul yang tidak menimbulkan masalah tidak membutuhkan perawatan khusus. Kamu yang termasuk memiliki gigi gingsul perlu mengetahui lebih jauh tentang hal ini.

Berikut penjelasan dan informasi lengkap mengenai gigi gingsul dari Klinik Gigi PUTIH Dental. Buat kamu yang penasaran dan ingin lebih mengerti soal penyebab dan cara mengatasinya, simak artikel ini sampai selesai, ya.

Pengertian Gigi Gingsul

Banyak yang salah mengira gigi gingsul adalah gigi baru yang tumbuh tidak pada tempatnya. Namun, sebenarnya gigi gingsul adalah gigi taring. Gigi gingsul terjadi ketika gigi taring permanen mengalami keterlambatan dalam pertumbuhannya. Gigi taring membutuhkan waktu yang cukup lama, sekitar 10 bulan untuk tumbuh sepenuhnya. Proses pertumbuhan gigi taring permanen dimulai setelah gigi taring susu gugur. Keterlambatan pertumbuhan ini menyebabkan gigi taring menjadi gingsul.

Ketika gigi taring permanen akhirnya tumbuh, terkadang ruang yang seharusnya menjadi tempatnya sudah diambil oleh gigi-gigi lain yang ada di sekitarnya. Dampaknya, gigi taring permanen ini dapat tumbuh ke arah yang berbeda, misalnya keluar ke samping, masuk ke dalam, atau bahkan terjebak di dalam gusi.

Penyebab Gigi Gingsul

Hingga saat ini, penyebab pasti dari gigi gingsul belum diketahui dengan pasti. Namun, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya gigi gingsul.

1. Faktor Keturunan

Beberapa penelitian yang telah dipublikasikan dalam jurnal Orthodontics & Craniofacial Research (2015) menduga bahwa faktor genetik atau keturunan dapat berperan dalam menyebabkan gigi gingsul. Jika salah satu atau kedua orang tua memiliki masalah gigi yang tidak berbaris dengan baik, maka kamu memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi ini.

2. Gangguan Gigi dan Rahang

Gigi taring seringkali lebih rentan mengalami gingsul karena pertumbuhannya biasanya terjadi paling akhir dalam urutan gigi-gigi. Gingsul dapat terjadi jika gigi susu tanggal lebih awal dari seharusnya, yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti trauma gigi karena benturan dengan benda keras atau kecelakaan. Kehilangan gigi susu ini dapat mengakibatkan kurangnya ruang untuk pertumbuhan gigi permanen, sehingga gigi taring dapat tumbuh dengan tidak berbaris dengan baik.

3. Riwayat Masalah Kesehatan Gigi dan Mulut

Kesehatan gigi dan mulut yang tidak terjaga dengan baik, serta kurangnya perawatan rutin oleh dokter gigi, dapat meningkatkan risiko munculnya gingsul. Beberapa penyakit seperti gigi ompong, radang gusi (gingivitis), dan infeksi gusi (periodontitis) juga dapat berperan dalam meningkatkan risiko gigi taring tumbuh dengan tidak beraturan.

Cara Mengobati Gigi Gingsul

Dokter gigi dapat merekomendasikan beberapa prosedur perawatan untuk menangani masalah gigi gingsul. Berikut ini cara mengobati gigi gingsul yang perlu kamu ketahui.

  • Pemasangan Behel atau Kawat Gigi

Behel atau kawat gigi adalah salah satu solusi yang umum digunakan untuk merapikan gigi, termasuk dalam kasus gigi gingsul. Kawat gigi terbuat dari bracket metal kecil yang terhubung dengan kawat khusus. Saat ini, terdapat berbagai model, bahan, dan warna kawat gigi yang dapat dipilih sesuai dengan preferensi. Selain itu, ada juga jenis kawat gigi yang ditempatkan di bagian dalam gigi sehingga tidak terlihat dari luar.

  • Penggunaan Aligner Bening

Aligner bening merupakan alat penyangga gigi yang terbuat dari plastik bening dan tipis, digunakan untuk merapikan gigi gingsul. Aligner akan disesuaikan dengan bentuk gigi masing-masing orang. Untuk hasil optimal, aligner perlu diganti setiap 2-3 minggu hingga gigi gingsul tidak lagi menonjol. Aligner dapat dilepas saat makan dan menyikat gigi, kemudian dipasang kembali. Pastikan selalu menjaga kebersihan aligner.

  • Prosedur Operasi

Prosedur operasi bisa menjadi pilihan untuk mengatasi gigi gingsul. Dokter gigi akan melakukan perubahan kecil pada struktur gigi, sehingga gigi gingsul dapat dimasukkan ke dalam barisan gigi yang sudah ada. Atau dalam beberapa kasus, gigi gingsul mungkin harus dicabut jika susunan gigi sudah terlalu penuh. Selain itu, dalam situasi di mana keberadaan gigi gingsul mengganggu kemampuan berbicara dan mengunyah makanan, dokter gigi dapat merekomendasikan operasi orthognathic untuk merapikan rahang.

Penting untuk menjalani prosedur perawatan ini di bawah pengawasan dokter gigi yang profesional dan terpercaya, bukan tukang gigi, untuk menghindari risiko infeksi atau komplikasi serius pada mulut dan gigi.

Klinik Gigi untuk Mengatasi Gigi Gingsul

Berikut ini rekomendasi cabang Klinik Gigi PUTIH Dental untuk mengatasi gigi gingsul yang bisa kamu tuju:

Jl. Puri Kembang Timur No.39, RT.1/RW.5, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

Jl. Pantai Indah Utara 2 No.2, RT.2/RW.7, Kapuk Muara, Kec. Penjaringan, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14460

Intinya, diskusikan dengan dokter gigi mengenai metode yang paling sesuai dengan kondisi gigi gingsul. Namun, jika gigi gingsul tidak mengganggu kesehatan secara signifikan, tidak perlu khawatir dan melakukan perawatan, karena hal ini tergantung pada preferensi estetika pribadi. Setelah mengetahui penyebab dan cara mengobati gigi gingsul, apakah kamu tertarik memperbaiki gigi gingsulmu?