Cara Mengatasi Gigi Anak Keropos, Tanda dan Penyebab Gigi Anak Keropos

Apakah Gigi Anak yang Keropos Bisa Tumbuh Lagi?

Gigi anak keropos, atau yang dikenal sebagai karies gigi pada anak, merupakan masalah umum yang sering dialami oleh si kecil. Menurut survei, satu dari tiga anak mengalami gigi keropos, suatu kondisi yang dapat menyebabkan kerusakan serius seperti lubang, pembusukan, dan bahkan infeksi pada gigi. 

Diketahui bahwa gigi keropos dapat menjadi permasalahan serius yang memerlukan penanganan segera. Oleh karena itu, penting bagi kamu sebagai orangtua untuk mengenali gejala gigi keropos dan memahami metode yang tepat untuk mencegahnya.

Melalui artikel ini, kamu akan mengetahui lebih jelas tentang cara mengatasi gigi anak keropos, tanda, serta penyebab gigi anak keropos. Agar tidak keliru dan bisa menangani masalah ini dengan baik, simak penjelasan di bawah ini sampai selesai, ya.

Penyebab Gigi Anak Keropos

Ada berbagai penyebab gigi keropos pada anak yang seharusnya bisa dihindari dan diminimalisir, meliputi:

  • Kurangnya kesadaran untuk menjaga kebersihan gigi sejak dini
  • Memiliki kebiasaan menghisap dot sebelum tidur
  • Mengkonsumsi gula secara berlebihan
  • Mengalami cedera mulut
  • Mengonsumsi jenis obat tertentu

Semua hal di atas tentunya bisa dihindari asal secara konsisten menjaga kebersihan gigi anak sejak dari dini. Biasakan anak untuk sadar tentang kebutuhan membersihkan gigi secara rutin. Lalu, kontrol makanan apa saja yang dimakan anak demi menghindari adanya gigi keropos pada anak.

Tanda Gigi Anak Keropos

Tanda Gigi Anak Keropos

Tanda-tanda gigi keropos umumnya mencakup gigi yang berlubang, perubahan warna menjadi kehitaman, kerusakan pada mahkota gigi susu yang dapat berujung pada gigi yang tanggal. Penting untuk tidak mengabaikan gigi susu yang keropos pada buah hati, karena kondisi ini dapat mengakibatkan masalah yang lebih serius. 

Pada tingkat keparahan yang lebih lanjut, gigi keropos dapat disertai dengan gejala seperti rasa nyeri, infeksi, dan pembengkakan di sekitar mulut. Gigi susu yang mengalami keropos juga memiliki potensi untuk mempengaruhi pertumbuhan gigi permanen, yang mungkin tumbuh tidak rapi dan berjejal. 

Jika gigi susu tanggal sebelum waktunya, perannya sebagai penunjuk arah bagi pertumbuhan gigi permanen dapat terganggu, menyebabkan ketidakrapiannya. Oleh karena itu, penting untuk mengatasi gigi keropos pada gigi susu secepat mungkin untuk mencegah dampak serius ini. 

Bila anak sudah mengalami gejala gigi keropos, segera periksakan ke Klinik Gigi PUTIH Dental untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Baca Juga: Gigi Mati: Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasi

Cara Mengatasi Gigi Anak Keropos

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi gigi keropos. Meskipun lapisan terluar gigi yang sudah keropos tidak dapat tumbuh lagi, langkah-langkah pencegahan dapat membantu mencegah kerusakan yang lebih parah. 

Berikut ini beberapa cara mengatasi gigi anak keropos yang dapat diambil:

1. Menyikat Gigi Secara Rutin

Rutin menyikat gigi dua kali sehari dengan menggunakan sikat gigi berbulu halus dapat membantu menghilangkan plak yang menjadi penyebab gigi keropos. 

Sikatlah gigi anak secara perlahan, dan jika mengonsumsi makanan atau minuman asam, sebaiknya tunggu sekitar 30 menit sebelum menyikat gigi. 

2. Menggunakan Pasta Gigi dengan Fluoride

Penggunaan pasta gigi yang mengandung fluoride dapat membantu memperkuat gigi dan mencegah kerusakan lebih lanjut.

3. Batas Konsumsi Makanan dan Minuman Asam

Batasi konsumsi makanan dan minuman asam, seperti buah jeruk, minuman buah, minuman soda, permen asam, cuka, dan tablet vitamin C yang dikunyah, karena asam dapat merusak lapisan luar gigi.

4. Kurangi Asupan Gula 

Batasi asupan gula, termasuk es krim, sirup, dan karamel, karena konsumsi gula dapat melemahkan enamel gigi dan menyebabkan gigi keropos.

5. Perawatan Fluoride

Selain menyikat gigi dengan pasta gigi fluoride, pertimbangkan penggunaan obat kumur atau tablet fluoride sebagai perawatan tambahan.

6. Teknik Bonding Gigi

Jika terjadi perubahan warna pada gigi akibat pengeroposan yang cukup parah, teknik bonding gigi dapat menjadi solusi. Resin yang sesuai dengan warna gigi ditempatkan untuk melindungi gigi dan memperbaiki penampilannya.

Perubahan gaya hidup dan kebiasaan makan sehari-hari juga dapat berkontribusi pada perbaikan kondisi gigi keropos. Jika langkah-langkah di atas berhasil diterapkan, akan terlihat perbaikan pada kondisi gigi anak, termasuk penurunan bintik putih, gigi tampak lebih sehat, dan keluhan sensitivitas gigi bisa berkurang.

Apakah Gigi Anak yang Keropos Bisa Tumbuh Lagi?

Kemungkinan tumbuh kembali gigi keropos tergantung pada jenis gigi yang terpengaruh. Sebagai contoh, gigi susu biasanya memiliki kemampuan untuk tumbuh kembali secara alami. 

Gigi susu pada anak-anak secara bertahap akan tanggal dan digantikan oleh gigi permanen yang baru. Oleh karena itu, jika gigi susu mengalami keropos, gigi yang sehat akan tumbuh menggantikannya. 

Namun, perlu diperhatikan bahwa proses pertumbuhan gigi permanen mungkin memakan waktu lebih lama, terutama jika gigi susu copot terlalu dini akibat keropos. 

Menurut American Dental Association (ADA), jika gigi susu copot terlalu dini, ini dapat menimbulkan masalah karena gigi permanen yang tumbuh dapat mendorong gigi susu lainnya dengan cara yang tidak simetris.

Akibatnya, pertumbuhan gigi permanen yang tidak simetris sulit untuk dibersihkan, meningkatkan risiko pengeroposan seperti yang dialami oleh gigi susu sebelumnya. Sebaliknya, jika keropos terjadi pada gigi permanen, peluang untuk tumbuh kembali sangat kecil. 

Untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter gigi guna mendapatkan evaluasi dan saran yang sesuai. 

Itulah tadi informasi lengkap mengenai cara mengatasi gigi keropos anak, penyebab, tanda-tanda yang muncul, sampai jawaban dari pertanyaan apakah gigi anak yang keropos bisa tumbuh kembali. 

Pastikan kamu melakukan perawatan gigi anak sejak dini dan konsultasi secara rutin ke dokter gigi, ya.