Anak Punya Gigi Geripis? Ketahui Penyebab & Solusi Aman Mengatasinya!

Breadcrumb

Melihat gigi anak yang tidak lagi utuh dan tampak geripis tentu menimbulkan kekhawatiran bagi setiap orang tua. Kondisi ini bukan hanya mengganggu estetika senyum si kecil, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan mulut yang lebih serius di kemudian hari. Mari pahami penyebab gigi geripis pada anak beserta solusi aman untuk mengatasinya. Dengan penanganan yang tepat, kesehatan gigi anak dapat terjaga dengan baik.

Kenapa Gigi Anak Bisa Geripis?

Gigi geripis pada anak dapat disebabkan oleh berbagai hal. Memahami akar permasalahan ini akan membantu orang tua mengambil langkah pencegahan dan penanganan yang tepat. Berikut beberapa penyebab umum gigi anak menjadi geripis:

1. Karies Gigi (Gigi Berlubang)

Ini adalah penyebab paling umum gigi geripis pada anak. Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis tanpa diikuti kebersihan mulut yang baik sangat meningkatkan risiko karies. Bakteri di mulut yang mengubah sisa-sisa makanan menjadi asam, sehingga menyebabkan karies pada gigi. Asam tersebut mengikis lapisan enamel gigi yang keras, sehingga menyebabkan lubang dan akhirnya membuat tepi gigi tampak geripis dan tidak rata.

2. Bruxism (Gigi Menggertak atau Menggesek)

Beberapa anak memiliki kebiasaan menggertakkan atau menggesekkan gigi, terutama saat tidur. Tekanan berulang ini dapat menyebabkan ausnya permukaan gigi, termasuk tepi-tepinya, sehingga tampak geripis. Bruxism dapat dipicu oleh stres, kecemasan, masalah tidur, atau bahkan susunan gigi yang tidak rata.

3. Erosi Gigi Akibat Asam

Selain asam yang dihasilkan oleh bakteri karies, asam dari sumber lain juga dapat mengikis enamel gigi. Asam ini bisa berasal dari makanan dan minuman asam seperti jus buah sitrus, minuman bersoda, atau bahkan asam lambung yang naik ke mulut (refluks asam). Erosi asam membuat enamel menjadi tipis dan rentan terhadap kerusakan, termasuk menjadi geripis.

4. Trauma atau Benturan

Jatuh atau terbentur pada area mulut dapat menyebabkan gigi patah atau retak. Jika kerusakan terjadi pada bagian tepi gigi, maka gigi akan tampak geripis. Bahkan trauma kecil yang berulang, seperti kebiasaan menggigit benda keras, juga dapat menyebabkan kerusakan serupa.

5. Hipoplasia Enamel

Kondisi ini terjadi ketika enamel gigi tidak terbentuk dengan sempurna selama perkembangan gigi. Enamel yang tipis dan lemah lebih rentan terhadap kerusakan, termasuk menjadi geripis akibat gesekan atau tekanan normal saat mengunyah. Hipoplasia enamel dapat disebabkan oleh faktor genetik, kekurangan nutrisi, atau penyakit tertentu selama masa kehamilan atau masa kanak-kanak awal.

Baca Juga: Begini Karies Gigi Terparah pada Anak, Simak Cara Atasinya

Tanda-Tanda Gigi Geripis yang Harus Diwaspadai

Mengenali tanda-tanda awal gigi geripis sangat penting agar penanganan dapat dilakukan sesegera mungkin. Berikut beberapa tanda gigi geripis yang harus diwaspadai:

1. Tepi Gigi Tidak Rata 

Gigi geripis kerap ditandai dengan tepi gigi yang tidak rata. Terutama jika menjadi bergerigi, tidak rata, atau bahkan terkikis.

2. Permukaan Gigi Tipis atau Transparan

Apabila permukaan gigi semakin menipis bahkan hingga transparan, itu adalah tanda-tanda gigi geripis. Penyebabnya, salah satunya karena terkena erosi asam atau hipoplasia enamel.

3. Gigi Lebih Sensitif

Kerusakan enamel akibat karies atau erosi dapat mengekspos lapisan dentin di bawahnya, yang lebih sensitif terhadap suhu panas, dingin, atau makanan manis. 

4. Muncul Bintik Putih atau Cokelat pada Gigi

Bintik putih bisa menjadi tanda awal demineralisasi enamel akibat karies, sementara bintik cokelat menunjukkan karies yang lebih lanjut. Keduanya dapat menyebabkan kondisi gigi geripis jika tidak ditangani.

5. Sakit Gigi

Jika gigi geripis sudah cukup parah dan melibatkan lapisan dentin atau bahkan pulpa, anak mungkin akan merasakan sakit atau nyeri pada gigi tersebut.

Baca Juga: Sakit Gigi Terasa Ditusuk: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Rekomendasi Perawatan Gigi Geripis pada Anak

Perawatan gigi geripis pada anak akan sangat bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter gigi anak untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan rencana perawatan yang sesuai. Berikut beberapa opsi perawatan yang mungkin direkomendasikan:

1. Restorasi Gigi (Tambalan)

Jika gigi geripis disebabkan oleh karies, dokter gigi akan membersihkan area yang rusak dan menambalnya dengan bahan yang sesuai seperti komposit atau glass ionomer. Tambalan akan mengembalikan bentuk dan fungsi gigi serta mencegah kerusakan lebih lanjut.

2. Fluoride

Aplikasi fluoride topikal (seperti pasta gigi berfluoride atau varnish fluoride yang dioleskan oleh dokter gigi) dapat membantu memperkuat enamel gigi dan membuatnya lebih tahan terhadap asam. Ini sangat penting terutama jika penyebab gigi geripis adalah erosi asam atau hipoplasia enamel.

3. Dental Sealant

Lapisan tipis dan kuat yang dioleskan pada permukaan kunyah gigi belakang ini dapat membantu mencegah karies, terutama pada gigi yang memiliki alur dan celah dalam. Meskipun tidak secara langsung mengatasi gigi geripis di bagian depan, sealant membantu melindungi gigi lain dari kerusakan.

4. Crown Gigi (Mahkota Gigi)

Untuk kasus gigi geripis yang parah, di mana kerusakan sudah meluas, dokter gigi mungkin merekomendasikan pemasangan crown gigi. Crown adalah lapisan pelindung yang menutupi seluruh permukaan gigi yang rusak, mengembalikan bentuk, kekuatan, dan fungsi gigi.

5. Perawatan Bruxism

Jika gigi geripis disebabkan oleh bruxism, dokter gigi mungkin merekomendasikan penggunaan night guard (pelindung malam) untuk mengurangi tekanan pada gigi saat tidur. Mengatasi faktor pemicu stres atau kecemasan juga penting.

6. Perawatan Erosi Asam

Dokter gigi akan mengatur perubahan pola makan, serta mengurangi konsumsi makanan dan minuman asam. Selain itu, juga seperti kebiasaan menyikat gigi yang tepat, yakni dengan menunggu minimal 30 menit setelah mengonsumsi makanan atau minuman asam sebelum menyikat gigi.

7. Pencabutan Gigi

Jika gigi geripis sudah sangat parah dan tidak dapat dipertahankan lagi, pencabutan mungkin menjadi pilihan terakhir untuk mencegah infeksi dan masalah kesehatan mulut lainnya. Namun, dokter gigi akan mempertimbangkan dampaknya terhadap susunan gigi permanen yang akan tumbuh.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter gigi anak di Klinik Gigi PUTIH Dental, jika memiliki kekhawatiran mengenai kesehatan gigi si kecil. Di sini, si kecil bisa mendapatkan layanan PUTIH Junior dengan fasilitas khusus kedokteran gigi anak yang dirancang untuk memberikan perawatan gigi dan mulut yang penuh kasih sayang. Mereka tak perlu lagi merasa takut untuk periksa gigi, karena fasilitas ini dilengkapi dengan ‘Kids Corner’ yang membuat setiap kunjungan menjadi menyenangkan.